Pengarang: Satria 😃
Ada seorang bocah laki-laki yang tinggal bersama dengan kedua orang tuanya si sebuah apartemen yang kumuh. Mereka tinggal di bagian kota yang buruk dan juga banyak kejahatan di daerah tersebut.
Apartemen mereka berada di lantai dasar gedung dan sangat membutuhkan perbaikan. Beberapa jendelanya pecah dan butuh perbaikan. Pintunya juga tidak pernah terkunci dengan benar.
Bocah itu sering mengalami kesulitasn tidur karena dia bisa mendengar berbagai suara dari jalanan di luar. Dia memohon kepada kedua orang tuanya untuk memperbaiki jendela dan juga kunci di pintu, tetapi mereka mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak mampu untuk membelinya.
Suatu malam, ketika bocah laki-laki itu sedang tidur dengan sangat nyenyak di rumahnya, tiba-tiba ia terbangun oleh suuara goresan yang sangat aneh. Kemudian ia duduk di tempat tidur, dan menajamkan telinganya untuk mendengarkan, tetapi ia masih tidak tahu darimana suara itu berasal.
Bocah itu kemudian bangkit dari tempat tdur lalu berjalan menyusuri lorong yang sangat gelap menuju ke kamar orang tuanya.
“Bu,” bisiknya. “Bu, ada suara aneh di kamarku.”
Ibunya bangun dan mengerang. “Mungkin itu hanya ranting pohon yang emnyentuh jendelamu,” katanya.
“Tapi tidak ada pohon di jendelaku,”jawab bocah itu.
“Kalau begitu, mungkin itu hanya tikus di dinding,” gumam ibunya.”Tinggalkan aku sendiri, aku mencoba untuk tidur.”
Bocah itu dengan enggan kemudian kembali ke kamarnya, tetapi ia masih gugup dan juga takut. Dia naik ke atas tempat tidur dan memejamkan mata. Saat hampir tertidur, dia mendengar suara garukan lagi. Kali ini lebih keras, tapi ia mencoba mengabaikannya dan terus melanjutkan tidurnya.
Tiba-tiba, ia merasakan sakit yang amat tajam di punggungnya. Dia kemudian melompat dari tempat tidur dan menangis dengan sangat keras. Rasanya seperti digigit serangga kecil. Dia kemudian langsung berlari ke kamar orang tuanya.
“Ayah,” bisiknya. “Ayah, sesuatu menggigitku.
Ayahnya menggosok matanyada bergulung dari tempat tidur. Dia kemudian memeriksa punggung putranya dan menemukan tanda tusukan kecil. Ada satu atau dua tetes darah yang merembes keluar dari luka.
“Itu tidak terlihat seperti gigitan serangga,” kata ayahnya.
“Lalu, apa itu?” tanya bocah itu.
Sang Ayah tidak menjawab. Sebagai gantinya, ia langsung pergi ke kamar anaknya. Dia menyalakan lampu dan juga memeriksa tempat tidur. Ada lubang kecil di seprai, beberapa isian kasur juga ikut keluar.
Ayahnya kemudian membalikkan kasur dan bergidik ngeri. Di bagian bawah tempat tidur, mereka menemukan lumpur dan juga kotoran di karpet. Jendela kamar tidur tidak terkunci dan ada jejak kaki baru di rumput yang berlumpur.
Pada malam itu, seseorang masuk ke kamar bocah memlaui jendela yang tidak terkunci dan menunggu di bawah tempat tidurnya. Suara goresan misterius yang ia dengar berasal dari seseorang yang berbaring di bawah tempat tidurnya, menikam kasur dan mencoba untuk membunuhnya!
Tetapi ayahnya langsung masuk kedalam kamar bocah itu dan menyelamatkannya, Lalu mereka pun langsung kabur dari kamar itu
Sang ibu pun langsung cepat menelepon polisi, saat itupun polisi yang mendengar laporan dari keluarga itupun langsung bergegas kerumah keluarga itu
Sambil menunggu polisi datang kerumah mereka sang ayah meminta anak dan istrinya untuk bersembunyi dahulu sedangkan dia akan menghadapi seorang pembunuh itu
“Kalian bersembunyilah terlebih dahulu aku akan menghadapi pembunuh itu” Kata ayah.
“Tapi ayah itu sangat berbahaya” kata bocah itu.
“Iya itu sangat berbahaya” Kata Ibu.
“Kalian Tenang saja aku pasti akan selamat” Kata Ayah yang sedang menyakinkan mereka berdua.
Sambil berjalan menuju kearah pembunuh dan mengambil sebalok kayu untuk melawan pembunuh itu
Ayah sedikit kesulitan menghadapi pembunuh itu, tetapi disuatu saat ada celah kecil untuk memukul kepala pembunuh itu, ayahpun tidak menyia-nyiakannya.
“Buk, Buk, Buk” Suara yang terdengar saat ayah memukul pembunuh itu.
“Wiu, Wiu, Wiu” Terdengar juga suara sirine polisi yang sudah datang.
Polisi segera menangkap pembunuh itu dan menyelamatkan keluarga kecil itu, sang bocah dan ibunya pun bahagia karena ayahnya selamat, dan juga mereka masuk berita karena selamat dari teror dan pembunuhan.
2 Tahun Berlalu
Merekapun melanjutkan hidup mereka dengan aman dan damai, dan juga mereka sudah melupakan kejadian yang hampir mengancam keluarga mereka, mereka juga sudah pindah rumah dan juga sang bocah juga sudah dewasa dan mendapat teman yang lumanyan banyak.
TAMAT